Wahyudi " si beseck" Kurniawan

17 July 2011

Suara Semut Adalah Fakta Berdasarkan Alquran dan Pengetahuan Modern

Dalam sebuah cerita yang sangat unik, yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran tentang Nabi Sulaiman AS dan sekelompok semut, Quran menyatakan bahwa semut dapat berbicara satu sama lain.

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut; 'Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang kalian agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari'" (An Naml : 18)

Fakta ini dinyatakan dalam Quran 1400 tahun yang lalu, dan secara mengagumkan, sangat sesuai dengan penemuan-penemuan ilmiah saat ini. Science Magazine yang terbit pada 6 Februari 2009 menuliskan sebuah hasil penelitian ilmiah terbaru yang menyatakan Semut dapat bersuara.

Penemuan baru mengatakan "Kemajuan teknologi audio telah memungkinkan para ilmuwan menemukan bahwa semut secara rutin berbicara satu sama lain dalam sarang mereka. Semut Sebagian besar memiliki semacam papan alami dan plectrum yang terdapat dalam perut mereka yang dapat mengeluarkan suara sebagai media untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Menggunakan mikrofon dan speaker mini yang dapat dimasukkan ke sarang, peneliti menetapkan bahwa ratu semut dapat mengeluarkan instruksi kepada para pekerja mereka.

Para peneliti heran, yang berhasil membuat rekaman pertama dari semut ratu "berbicara", juga menemukan bahwa serangga lain pun meniru hal yang persis sama.

Kupu-kupu besar Rebel adalah salah satu dari sekitar 10.000 makhluk yang memiliki hubungan parasit dengan semut dan sekarang ditemukan telah belajar untuk meniru suara dengan menggunakan sinyal kimia.

Larva Kupu-kupu dibawa oleh semut ke sarang di mana mereka  diberi makan oleh pekerja. Ketika koloni terganggu semut akan menyelamatkan larva. Bahkan jika mereka kekurangan makanan, semut akan mengorbankan diri mereka sendiri sebagai bahan makanan pengganti.

Hasil penelitian beberapa dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa semut mampu membuat panggilan menggunakan alarm berbunyi, tetapi baru-baru ini saja hasil riset telah menunjukkan bahwa kosa kata mereka mungkin jauh lebih besar dan bahwa mereka dapat "berbicara" satu sama lain.

Profesor Jeremy Thomas, dari University Oxford, mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan baru, hal itu karena komunikasi semut bisa direkam secara subjektif.

Dengan menempatkan speaker mini ke sarang dan memutar ulang suara yang dibuat oleh ratu, para peneliti mampu menarik perhatian semut dan membuat mereka bersiaga.

"Ketika kami memutar suara ratu yang mereka lakukan kemudian adalah bersiap siaga. Mereka akan bergerak berdiri sambil mengulurkan antena mereka ke depan dan rahang (capit) mereka terbuka selama berjam-jam - Siapa saja makhluk asing yang berada di dekat mereka, mereka akan serang, "katanya.

Dia menggambarkan bagaimana semut akan melakukan gerakan menekan antena mereka ke arah speaker seperti mereka menyambut yang lain dalam sarang semut. Kita pasti pernah lihat semut "bersalaman" ketika mereka bertemu. Seperti itulah mereka melakukannya.

Profesor Thomas mengatakan masih belum jelas berapa banyak semut mengandalkan suara untuk bahasa tetapi dia menduga bahwa analisis lebih lanjut akan mengungkapkan kosakata yang lebih luas daripada yang terlihat sebelumnya.

"Penemuan terpenting adalah bahwa dalam setiap koloni semut memiliki suara yang berbeda dan dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pula," katanya. "Saya akan sangat terkejut justru jika kami tidak mendapatkan jenis suara yang berbeda."

"Ini merupakan kekuaatan semut untuk memainkan suara yang berbeda dengan mengubah irama."

Dia menambahkan bahwa peran deteksi suara seperti memberikan potongan terakhir jigsaw untuk menjelaskan bagaimana ulat besar Rebel biru dapat bertahan di sarang semut. Ini akan membantu untuk memandu konservasi dalam rangka menyelamatkan spesies dari pegunungan Eropa yang terancam punah ini.

Penemuan ini mungkin bukanlah hal yang aneh di era kemajuan teknologi sekarang ini. Namun akan menjadi luarbiasa ketika penemuan ini telah disinggung 1400 tahun yang lalu, dimana teknologi amatlah terbatas. Tidaklah mungkin hal itu terjadi kecuali dengan kebesaran Tuhan dan keotentikan Quran.(Sciencemag)

sumber

No comments:

Post a Comment